Post Icon

Etika Bisnis yang Luntur Karena Teknologi



Etika Bisnis yang Luntur Karena Teknologi


Bagaimanakah anda melihat bisnis saat ini? Era yang Global dan cenderung kompleks malah terlihat sebagai era yang melunturkan beberapa perihal bisnis yang penting bagi manusia. Apakah itu? Berikut gambaran yang saya bisa temukan:

1. Proses Transaksi Pedagangan

Proses Perdagangan adalah proses dimana ada pemberi dan yang diberi “barang motif” dagang. Dalam hal ini perdagangan adalah dalam arti yang luas yang misalnya jual-beli, sewa-menyewa hingga meliputi tukar guling dalam bisnis perdagangan.

Transaksi perdagangan adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan antar manusia. Transaksi adalah sebuah ikhwal yang dilakukan oleh 2 belah pihak. Sedang perdagangan adalah hal yang dimana ada saling terjadi pertukaran dalam bentuk maupun sifatnya. Jadi perdagangan bisa dimaksudkan pada barang yang bersifat konkret maupun barang yang bersifat abstrak ataupun yang disifati.

Proses perdagangan yang bisa dibilang hilang karena adanya teknologi adalah proses interaksi antar manusia yang tidak seperti dahulu, yakni hilangnya etika atau norma interaksi. Yang hilang disini adalah kehilangan rasa saling mengenal antar pelanggan dan konsumennya ataupun dengan sang producen barang. Hilanganya rasa sling mengenal menyebabkan hilangnya pula pola silaturrahmi antar pelaku transaksi perdagangan.

Padahal kalau kita tilik lebih dalam silaturrahim adalah hal yang penting dalam penyelenggaraan proses transaksi perdagangan. Seperti dalam Islam bahwa silaturrahim bisa mendatangkan rezeki.

Proses tatap muka dapat membuat kita makin enak dalam melakukan tawar menawar dalam suatu transaksi di perdagangan. Terputusnya sistem ini mengakibatkan proses yang berlangsung kadang akan mengalami miss understanding.
ethic business,Etika Bisnis,ethic bussiness,selamet hariadi


2. Proses Jaringan Sosial

Dalam teori umumnya Jaringan Sosial adalah suatu wadah untuk melakukan aktivitas sosial yang ditujukan untuk memperkuat atau menambah kepercayaan dan keakraban antar pelaku kehidupan sosial kemasyarakatan. Jaringan sosial merupakan sebuah rangkaian atau hubungan orang per orang sehingga menimbulkan sebuah jaringan yang besar untuk melakukan proses komunikasi sosial yang baik.

Proses Jaringan sosial saat ini sedikit atau banyak sangat mengurangi aktivitas kita dalam berinteraksi antar lawan bicara kita. Orang-orang sekarang lebih suka berkomunikasi lewat situs jejaring sosial daripada berkunjung atau melakukan silaturrahim untuk melakukan proses dalam sosial kemasyarakatan.

Jaringan dalam sosial sekarang memang sekain membesar, namun kurangnya saling mengenal yang menimbulkan kurangnya keakraban antar anggota dalam jaringan sosial tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

etika bisnis dalam islam



Etika bisnis dalam Islam


Islam telah mensyariatkan etika yang rapi dan apiks dalam aktivitas bisnis. Etika bisnis akan membuat masing-masing pihak merasa nyaman dan tenang, bukan saling mencurigai. Etika bisnis dalam Islam telah dituangkan dalam hukum bisnis Islam yang biasa disebut dengan muamalah. Aktivitas ekonomi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia mempunyai aturan-aturan tertentu, sebut saja aturan dalam hal jual beli (ba’iy), pinjam meminjam (ariyah), utang mengutang, berinvestasi (mudharabah), kerjasama bisnis (musyarakah), menggunakan jaminan (rahn), pengalihan utang (hiwalah) dan masih banyak jenis transaksi lainnya.

Demikian juga perbuatan yang dilarangan dalam bisnis seperti praktik riba dengan segala macam bentuknya, penipuan, ketidakjelasan (gharar), gambling (maysir) dan juga monopoli (ihtikar). Dalam hal tawar menawar jual beli, betapa indahnya jika dibungkus dengan etika bisnis. Jika seorang pedagang menjelaskan harga pokok sebuah sepatu dengan harga tertentu dan mengambil keuntungan dengan bilangan tertentu dengan mempertimbangkan biaya transportasi, sewa tempat dan seterusnya, maka tidaklah mungkin pembeli merasa keberatan dengan harga yang ditawarkan.

Dengan demikian, tidak terjadi spekulasi antara penjual dengan pembeli dalam tawar menawar, lebih dari itu terjadi hubungan persaudaraan yang indah antara penjual dan pembeli, sebab keduanya saling membutuhkan dan merasa terbantu. Bukan sebaliknya, terjadi kecurigaan dan bahkan tak jarang penipuan dalam rangka mencari keuntungan dan kesempatan.

Betapa indahnya cara Rasulullah Saw. menjajakan barang dagangannya dengan memilah jenis barang berdasarkan kualitas dengan menetapkan harga sesuai dengan kualitas barang. Tidak ada kualitas dan harga barang yang ditutupi Rasulullah Saw. Semuanya berdasarkan harga yang wajar sesuai dengan kualitas barang yang biasa kita sebut dengan product liability.

Rasulullah selalu menunjukkan dan menjelaskan kualitas bahkan cacat sebuah barang yang disesuaikan dengan harga. Maka, tak heran para pembeli merasa senang dan nyaman, tak hanya itu barang dagangannya juga laku keras dan beliau meraup untung yang berlipat dengan etika dagang yang agung.

Aktivitas bisnis harus berorientasi ibadah
Semua jenis transaksi dalam bisnis hendaklah didasari oleh prinsip-prinsip yang menjadi dasar dan patokan. Salah satu prinsip bisnis Islam adalah prinsip ilahiyah (prinsip ketuhanan). Prinsip ini sangat penting dalam mewarnai prilaku pelaku bisnis. Dalam Islam, semua aktivitas termasuk bisnis yang dilakukan bukan hanya pada dimensi duniawi yang berarti berkaitan dengan untung rugi saja.

Namun, lebih dari itu, hubungan bisnis dalam Islam adalah manifestasi dari ibadah kepada Allah Swt. Sudah menjadi adagium umum di masyarakat, jika tidak bisa menipu atau atau bermain “kotor” akan tersingkir dari dunia bisnis. Dengan kata lain, seorang pebisnis tidak bisa “lepas” dari prilaku kotor, tipu muslihat dan semacamnya, jika jujur maka akan terbujur.

Paradigma seperti ini tampaknya sudah menjadi “kesepakatan” masyarakat kita. Memang harus diakui karena bisnis berkaitan dengan uang maka peluang dan godaan untuk melakukan penipuan dan kebohongan sangat terbuka lebar. Karenanya, Rasulullah bersabda “pedagang yang jujur akan bersamaku di surga”.

Dalam hal ini, telah terjadi pemilahan orientasi seorang pedagang dengan membedakan antara kehidupan dunia dengan akhirat. Kehidupan dunia harus dikejar dengan cara-cara keduniaan, sedangkan kehidupan akhirat diperoleh dengan aktivitas ibadah dalam arti sempit (shalat, puasa, zakat dan haji).

Padahal, Islam tidak memandang aktivitas bisnis hanya dalam tataran kehidupan dunia an sich, sebab semua aktivitas dapat bernilai ibadah jika dilandasi dengan aturan-aturan yang telah disyariatkan Allah. Dalam dimensi inilah konsep keseimbangan kehidupan manusia terjadi, yakni menempatkan aktivitas keduniaan dan keakhiratan dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Etika bisnis adalah tuntutan yang harus dilaksanakan oleh pelaku bisnis dalam menegakkan konsep keseimbangan ekonomi. Jika saja pengambilan keuntungan berlipat-lipat adalah sebuah kesepakatan pelaku ekonomi, bukankah hal ini menjadikan supply-demand tidak seimbang, pasar bisa terdistorsi dan seterusnya.

Nah, betapa indahnya jika sistem bisnis yang kita lakukan dibingkai dengan nilai etika yang tinggi.Etika itu akan membuang jauh kerugian dan ketidaknyamanan antara pelaku bisnis dan masyarakat. Lebih dari itu, bisnis yang berdasarkan etika akan menjadikan sistem perekonomian akan berjalan secara seimbang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

etika berbisnis dengan kerabat



Etika Berbisnis Dengan Kerabat
Merintis usaha bersama kerabat dekat memang sering dilakukan para pelaku usaha. Setelah merasa cocok dengan hubungan pertemanan, kekeluargaan, serta keakraban yang terjalin di kehidupan sehari-hari, tak sedikit orang ingin melanjutkan hubungan baik tersebut dengan menjalin kerjasama (joint venture) untuk terjun ke dunia usaha.

Memiliki ide kreatif untuk merintis bisnis bersama, memang boleh-boleh saja. Namun, yang perlu diperhatikan para pelaku usaha adalah dunia pertemanan sangat berbeda dengan dunia bisnis. Jika tidak diperhatikan dengan baik, bisa-bisa kekerabatan yang terjalin bisa rusak hanya karena perselisihan bisnis.
Untuk itu, sebelum terjun menjalankan bisnis bersama kerabat Anda. Ada baiknya bila Anda memperhatikan beberapa etika berbisnis dengan kerabat yang wajib diketahui kedua belah pihak sebelum menjalankan bisnis bersama.
Pertama, menentukan mitra bisnis. Sebelum merintis usaha bersama, sebaiknya tentukan terlebih dahulu siapa saja mitra bisnis Anda dan berapa jumlah person yang minat bergabung dalam bisnis tersebut. Pastikan bila Anda menggandeng orang-orang yang bisa Anda percaya, memiliki minat dan passion yang sama, serta sudah mengenal baik sifat dan karakter masing-masing personal. Sedangkan untuk jumlahnya, sebaiknya untuk para pemula bisa mencoba maksimal tiga orang mitra. Sebab, semakin banyak kepala biasanya akan semakin sulit pula untuk menggabungkan ide dan mengatur pembagian hasilnya.
Kedua, buatlah aturan resmi (perjanjian hitam di atas putih). Meskipun Anda menjalankan bisnis tersebut bersama kerabat atau orang-orang terdekat Anda, namun pastikan bisnis Anda dibangun dengan dasar profesionalisme. Karenanya, buatlah aturan resmi atau perjanjian hitam di atas putih agar kedepannya tidak terjadi penyimpangan yang bisa merugikan salah satu pihak. Dalam hal ini, Anda bisa membuat beberapa rangkap yang kemudian dibagikan untuk Anda dan kerabat dekat yang bermitra dengan Anda. Lengkapi surat perjanjian tersebut dengan materai, dan tanda tangan kedua belah pihak yang dikuatkan dengan beberapa saksi.jaringan bisnis 200x126 Etika Berbisnis Dengan Kerabat
Ketiga, tentukan pembagian yang jelas. Dalam membangun sebuah kemitraan, pastikan bila semua pembagian dilakukan dengan jelas dan diketahui kedua belah pihak. Baik itu pembagian tugas maupun pembagian hasil usaha, sebaiknya lakukan secara transparan dan telah mendapatkan kesepakatan dari mitra bisnis Anda. Poin ini penting, karena sebagian besar kasus perselisihan bisnis muncul karena ketidakjelasan dalam hal pembagian tugas, wewenang, maupun pembagian hasil usaha.
Keempat, bedakan masalah pribadi dengan bisnis yang sedang ditekuni. Ketika terjun di dunia usaha, tentunya Anda dituntut untuk profesional dan bisa memisahkan antara urusan pribadi dengan urusan pekerjaan. Jangan pernah mencampurkan masalah pribadi Anda ke dalam ruang bisnis, sebab hal tersebut hanya akan memperkeruh suasana perusahaan dan membuat mitra bisnis Anda merasa tidak nyaman.
Kelima, bangun komunikasi yang efektif dan hindarkan campur tangan orang lain. Komunikasi memegang peranan penting dalam membangun kerajaan bisnis. Oleh karena itu, biasakan untuk menjalin komunikasi dengan partner bisnis Anda secara rutin, baik sebelum maupun setelah seharian membuka usaha (breefing harian sebelum dan setelah jam operasional usaha). Sampaikan permasalahan-permasalahan yang muncul hari ini, dan usulkan beberapa ide segar untuk kemajuan bisnis bersama. Selain itu, hindarkan bisnis Anda dari campur tangan orang lain. Pihak luar boleh memberikan masukan tetapi keputusan tetap ada ditangan Anda dan mitra kerja yang bersangkutan.
Nah, semoga kelima tips bisnis yang telah kita bahas bersama bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang ingin merintis bisnis bersama kerabat dekatnya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

5 tahap proses pertumbuhan bisnis



5 tahap proses pertumbuhan bisnis
Ada 5 tahapan dalam proses pertumbuhan sebuah bisnis, apapun bisnisnya. Tahapan tersebut, seperti ada dalam gambar di atas, adalah sebagai berikut :

1. Tahap Motivating
Tahapan ini adalah saat keinginan dan gairah untuk menjadi wirausaha telah membuncah, sangat bersemangat dan antusias dalam hal yang berkaitan dengan bisnis, tetapi belum MEMULAI suatu  bisnispun. Pada tahap ini (calon) pebisnis sangat suka untuk mengikuti seminar dan training yang berkaitan dengan motivasi bisnis, pikirannya mulai membentuk berbagai macam kemungkinan rencana bisnis. Mereka ini biasanya karyawan, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau orang umum yang memiliki niatan kuat untuk berwirausaha namun masih terbelenggu oleh faktor internal dirinya maupun faktor eksternal.
Berani Memiliki Impian
Bagi Anda yang merasa pada tahapan ini, yang Anda perlukan adalah keberanian untuk memiliki impian, dan mengubah impian tersebut menjadi energi kinetik, agar Anda dapat segera berani memulainya. Buatlah Impian besar dan TULISKAN dalam alternatif impian-impian kecil dalam perencanaan. Fokuskan energi dan amunisi Anda untuk membuat sebuah rencana bisnis yang paling feaseable (layak dijalankan) dan sinkron dengan Impian Anda.
Hati-hati, pada tahap ini banyak orang terjebak dalam pusaran motivasi dari luar ke dalam tanpa proses internalisasi dari dalam ke luar.

2. Tahap Starting
Dibutuhkan keberanian untuk melakukan langkah besar dengan MULAI sebuah bisnis. Ini adalah tahap saat Anda akhirnya benar-benar memulai usaha. Bisnis dimulai ketika satu atau semua dari 4 aspek bisnis ini sudah mulai dijalankan, yaitu aspek produksi, pemasaran, SDM, dan inovasi. Dengan kata lain, saat investasi sudah Anda keluarkan, saat itulah bisnis Anda mulai.
Berani Memulai
Bagi Anda yang berada pada tahapan ini, fokuslah untuk melakukan pengkonsolidasian 4 Pilar Bisnis, yaitu : produk, market, orang, dan uang diatas pondasi konsolidasi visi.

3. Tahap Stabilizing
Jika pondasi dan pilar bisnis sudah kuat terkonsolidasi, saatnya Anda membangun BISNIS BERSISTEM.
Sistem Bisnis adalah cara dan kebiasaan mengelola bisnis terbaik yang didokumentasikan secara tertulis, sehingga hasil maupun proses bisnis dapat distandarkan. Ada 3 komponen utama dalam Bisnis Bersistem, yaitu Atomic Business System, The Competence People, dan The Virtual Leadership.
Berani Untuk Presisten
Pada tahap ini Anda akan berada pada banyak sekali godaan dan pilihan yang akan menjadi ujian konsistensi dan fokus Anda, karena itulah seorang owner harus dapat mengendalikan "greedy" yang seringkali bias dengan kreativitas.

4. Tahap Spreading
Pada tahapan inilah bisnis harus didorong secara cepat untuk bertumbuh secara berlipat ganda dengan banyak cara, antara lain duplikasi pasar, duplikasi produk, diversifikasi pasar atau produk, pembukaan cabang, franchise, dan sebagainya.
Berani Menjadi Besar
Tidak sedikit pada fase ini, seorang pebisnis justru merasa khawatir dan ragu-ragu saat menyadari bahwa dirinya berada dalam kendaraan bisnis yang akan segera bertumbuh besar. Jika keberanian untuk menjadi besar tidak dimilikinya, maka ritme pertumbuhan bisnisnya tidak akan sinkron dengan lingkungan bisnisnya.

5. Tahap Freedom
Inilah waktunya ada memiliki kebebasan untuk menikmati dan memanfaatkan bisnis yang telah Anda bangun dan tumbuhkan. Anda freedom untuk pensiun dan menikmati hidup, freedom utk menjual bisnis Anda, freedom pula untuk tetap bekerja dalam dentum aktivitas bisnis Anda.
Berani Menyelesaikan yang Sudah Dimulai
Pada tahap ini  bisnis akan tetap berjalan dan bertumbuh. Karena berbasis sistem, bisnis akan secara otomatis melakukan perbaikan-perbaikan yang berkelanjutan mengikuti dinamika eksternal dan internal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

5 tahap proses pertumbuhan bisnis



5 tahap proses pertumbuhan bisnis
Ada 5 tahapan dalam proses pertumbuhan sebuah bisnis, apapun bisnisnya. Tahapan tersebut, seperti ada dalam gambar di atas, adalah sebagai berikut :

1. Tahap Motivating
Tahapan ini adalah saat keinginan dan gairah untuk menjadi wirausaha telah membuncah, sangat bersemangat dan antusias dalam hal yang berkaitan dengan bisnis, tetapi belum MEMULAI suatu  bisnispun. Pada tahap ini (calon) pebisnis sangat suka untuk mengikuti seminar dan training yang berkaitan dengan motivasi bisnis, pikirannya mulai membentuk berbagai macam kemungkinan rencana bisnis. Mereka ini biasanya karyawan, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau orang umum yang memiliki niatan kuat untuk berwirausaha namun masih terbelenggu oleh faktor internal dirinya maupun faktor eksternal.
Berani Memiliki Impian
Bagi Anda yang merasa pada tahapan ini, yang Anda perlukan adalah keberanian untuk memiliki impian, dan mengubah impian tersebut menjadi energi kinetik, agar Anda dapat segera berani memulainya. Buatlah Impian besar dan TULISKAN dalam alternatif impian-impian kecil dalam perencanaan. Fokuskan energi dan amunisi Anda untuk membuat sebuah rencana bisnis yang paling feaseable (layak dijalankan) dan sinkron dengan Impian Anda.
Hati-hati, pada tahap ini banyak orang terjebak dalam pusaran motivasi dari luar ke dalam tanpa proses internalisasi dari dalam ke luar.

2. Tahap Starting
Dibutuhkan keberanian untuk melakukan langkah besar dengan MULAI sebuah bisnis. Ini adalah tahap saat Anda akhirnya benar-benar memulai usaha. Bisnis dimulai ketika satu atau semua dari 4 aspek bisnis ini sudah mulai dijalankan, yaitu aspek produksi, pemasaran, SDM, dan inovasi. Dengan kata lain, saat investasi sudah Anda keluarkan, saat itulah bisnis Anda mulai.
Berani Memulai
Bagi Anda yang berada pada tahapan ini, fokuslah untuk melakukan pengkonsolidasian 4 Pilar Bisnis, yaitu : produk, market, orang, dan uang diatas pondasi konsolidasi visi.

3. Tahap Stabilizing
Jika pondasi dan pilar bisnis sudah kuat terkonsolidasi, saatnya Anda membangun BISNIS BERSISTEM.
Sistem Bisnis adalah cara dan kebiasaan mengelola bisnis terbaik yang didokumentasikan secara tertulis, sehingga hasil maupun proses bisnis dapat distandarkan. Ada 3 komponen utama dalam Bisnis Bersistem, yaitu Atomic Business System, The Competence People, dan The Virtual Leadership.
Berani Untuk Presisten
Pada tahap ini Anda akan berada pada banyak sekali godaan dan pilihan yang akan menjadi ujian konsistensi dan fokus Anda, karena itulah seorang owner harus dapat mengendalikan "greedy" yang seringkali bias dengan kreativitas.

4. Tahap Spreading
Pada tahapan inilah bisnis harus didorong secara cepat untuk bertumbuh secara berlipat ganda dengan banyak cara, antara lain duplikasi pasar, duplikasi produk, diversifikasi pasar atau produk, pembukaan cabang, franchise, dan sebagainya.
Berani Menjadi Besar
Tidak sedikit pada fase ini, seorang pebisnis justru merasa khawatir dan ragu-ragu saat menyadari bahwa dirinya berada dalam kendaraan bisnis yang akan segera bertumbuh besar. Jika keberanian untuk menjadi besar tidak dimilikinya, maka ritme pertumbuhan bisnisnya tidak akan sinkron dengan lingkungan bisnisnya.

5. Tahap Freedom
Inilah waktunya ada memiliki kebebasan untuk menikmati dan memanfaatkan bisnis yang telah Anda bangun dan tumbuhkan. Anda freedom untuk pensiun dan menikmati hidup, freedom utk menjual bisnis Anda, freedom pula untuk tetap bekerja dalam dentum aktivitas bisnis Anda.
Berani Menyelesaikan yang Sudah Dimulai
Pada tahap ini  bisnis akan tetap berjalan dan bertumbuh. Karena berbasis sistem, bisnis akan secara otomatis melakukan perbaikan-perbaikan yang berkelanjutan mengikuti dinamika eksternal dan internal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS